Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mawar di Tepi Jalan




Di sebuah kota kecil yang terhampar di tepi sungai, hiduplah seorang pemuda bernama Adi. Adi adalah seorang seniman yang memiliki bakat besar dalam melukis. Setiap hari, dia duduk di bawah pohon besar di tepi jalan, menggambar pemandangan indah kota kecil mereka.

Suatu hari, ketika sedang asyik menggambar, mata Adi tertuju pada seorang gadis yang berjalan melewati jalan itu. Dia memiliki senyum manis yang membuat hati Adi berdebar-debar. Gadis itu adalah Mia, seorang wanita muda yang memiliki kecantikan yang tak terlukiskan.

Mia, yang juga merupakan seorang seniman, tertarik pada lukisan-lukisan Adi yang indah. Dia sering berhenti sejenak di depan Adi untuk melihat karya-karya seninya. Tanpa disadari, pertemuan singkat itu menjadi rutinitas mereka setiap hari.

Adi dan Mia mulai berbicara satu sama lain. Mereka saling berbagi cerita, mimpi, dan harapan mereka. Semakin lama, perasaan mereka tumbuh menjadi lebih dari sekadar pertemanan. Mereka saling jatuh cinta, tetapi tak satu pun dari mereka berani mengungkapkan perasaannya.

Hingga suatu malam, di bawah cahaya bulan yang gemilang, Adi menggambar potret Mia di atas kanvas. Dengan setiap goresan kuasnya, dia mencoba menangkap kecantikan dan kelembutan hati Mia yang telah merebut hatinya. Ketika lukisannya selesai, Adi menemui Mia di tepi sungai.

"Dia, ini untukmu," kata Adi sambil menyerahkan lukisan potret Mia.

Mia terkejut dan terharu melihat lukisan tersebut. Dia bisa merasakan betapa dalamnya perasaan yang terpancar dari setiap detail lukisan itu. Tanpa berkata-kata, Mia memeluk Adi erat-erat.

"Aku juga mencintaimu, Adi," ucap Mia dengan lembut.

Dari sinilah, cinta mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih indah lagi. Mereka berjalan bersama di tepi sungai, berbagi tawa dan air mata, dan saling mendukung satu sama lain dalam setiap langkah hidup mereka.

Dan di tepi jalan di kota kecil itu, bunga mawar mekar dengan indahnya, menjadi saksi bisu dari cinta abadi Adi dan Mia yang akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Post a Comment for "Mawar di Tepi Jalan"